GAMBARAN KONSUMSI FAST FOOD DAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK PRASEKOLAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TLOGOSARI KULON

Penulis

  • Khusna Khoirun S1 KEBIDANAN
  • Endang Susilowati Universitas Islam Sultan Agung

DOI:

https://doi.org/10.36973/jkih.v14i1.854

Kata Kunci:

Anak Prasekolah, Diare, Fast Food, Food Frequency Questionnaire, Pola Konsumsi

Abstrak

Beberapa dekade terakhir pola konsumsi masyarakat Indonesia bergeser dari memasak sendiri ke fast food yang lebih praktis, seiring pesatnya persaingan industri makanan cepat saji. Tren ini semakin umum di kalangan anak prasekolah. Fast food yang tinggi lemak, rendah serat, dan mengandung zat aditif berpotensi mengganggu sistem pencernaan anak yang masih berkembang serta meningkatkan risiko diare. WHO mencatat 1,7 miliar kasus diare anak per tahun dengan 443.832 kematian pada balita. Di wilayah kerja Puskesmas Tlogosari Kulon Semarang, kasus diare anak usia 3-5 tahun meningkat dari 367 kasus (2024) menjadi 416 kasus (2025), namun peran konsumsi fast food sebagai faktor yang melatarbelakanginya belum pernah diteliti secara spesifik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 68 responden dipilih secara purposive sampling dari populasi 215 anak prasekolah (3-5 tahun). Data dikumpulkan menggunakan FFQ adaptasi EPIC, kuesioner jenis fast food (30 item), dan kuesioner kejadian diare berbasis definisi WHO. Seluruh instrumen valid dan reliabel (Cronbach's Alpha 0,720-0,809). Analisis univariat dilakukan dengan IBM SPSS Statistics 27. Sebanyak 75% anak mengonsumsi fast food dengan frekuensi sedang (2-3 kali/minggu), 16,2% jarang (<1 kali/minggu), dan 8,8% sering (≥4 kali/minggu). Konsumsi didominasi gerai nonwaralaba (83,8%), dengan jenis terbanyak bakso (97,1%), gorengan (86,8%), dan telur gulung (76,5%). Kejadian diare dalam tiga bulan terakhir ditemukan pada 30,9% anak.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Anggraini, H. (2025). Hubungan tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting pada anak usia 6–59 bulan. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada. https://doi.org/10.34305/jikbh.v15i02.1200

Astuti, F. D., Azka, A., & Rokhmayanti, R. (2022). Maternal age correlates with stunting in children: A systematic review. Journal of Maternal and Child Health. https://doi.org/10.26911/thejmch.2022.07.04.11

Indonesian Nutritional Status Monitoring Survey. (2017). Maternal education and stunting data [Dataset].

Khaifa, N., & Roza, I. Y. (2025). Hubungan pengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan stunting. Jurnal Kesehatan Tambusai. https://doi.org/10.31004/jkt.v6i3.49619

Masse, H. F., et al. (2025). The influence of early marriage history on stunting risk: A systematic review. Jurnal Ners, 9(2). https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/40001

Monika, A. P., Gusrianti, & Hasnah, F. (2025). Hubungan tingkat pengetahuan ibu dan peran kader dengan kejadian stunting. Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan. https://doi.org/10.59435/gjik.v4i1.1870

Mustajab, A., & Indriani, F. (2024). Hubungan pernikahan usia anak dengan kejadian stunting pada balita. Indonesian Journal of Global Health Research, 7(4). https://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJGHR/article/view/6766

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan (Edisi terbaru). Rineka Cipta.

Ridho, M., et al. (2025). Mencegah pernikahan dini sebagai strategi penurunan stunting. Jurnal Pendekar Nusantara, 3(1). https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/pendekar/article/view/1974

Safitri, E., Basriati, S., & Mulyani, S. (2022). Faktor-faktor yang memengaruhi kejadian stunting terhadap balita menggunakan analisis regresi logistik. Zeta – Math Journal, 7(2), 47–52. https://journal.uim.ac.id/index.php/zeta/article/view/1560

Setyarini, D. I., et al. (2022). Teenage pregnancy in Malang: Analysis on stunting incidence. Journal of Maternal and Child Health. https://doi.org/10.26911/thejmch.2022.07.05.06

Sulistyawati, F., Melinda, A., & Ratnasari, R. (2024). The effect of maternal age on stunting incidence (Analysis of 2018 Riskesdas secondary data). Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia, 12(1), 1–10. https://doi.org/10.21927/jnki.2024.12(1).1-10

Wardani, L., Wiguna, R. I., Mustamu, Q. P., et al. (2022). Hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan. Jurnal Kesehatan Qamarul Huda. https://doi.org/10.37824/jkqh.v10i2.397

Widiastuti, Y. P., et al. (2025). Child marriage and stunting: Policy and community perspective. Indonesian Journal of Global Health Research, 7(4). https://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJGHR/article/view/6766

World Health Organization. (2021). Global nutrition targets 2025: Stunting policy brief. World Health Organization

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-24

Cara Mengutip

Khusna Khoirun, & Susilowati, E. (2026). GAMBARAN KONSUMSI FAST FOOD DAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK PRASEKOLAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TLOGOSARI KULON . JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA, 14(1), 88–94. https://doi.org/10.36973/jkih.v14i1.854

Terbitan

Bagian

Artikel

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama