SELF-ACCEPTANCE OF PEOPLE LIVING WITH HIV/AIDS (PLWHA) EX FEMALE SEX WORKER (FSW)
DOI:
https://doi.org/10.36973/jkih.v9i1.304Kata Kunci:
Orang dengan HIV/AIDS, Penerimaan Diri, Wanita Pekerja SeksAbstrak
Latar Belakang : HIV/AIDS merupakan penyakit yang secara global angka kejadiannya masih sangat tinggi dan masih belum bisa disembuhkan. Sehingga penerimaan diri Orang dengan HIV/AIDS atau yang dikenal ODHA bukanlah hal yang mudah. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengungkap secara mendalam tentang penerimaan diri ODHA mantan WPS. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam pada enam mantan WPS yang terinfeksi HIV yang telah mengungkapkan status dan kondisi penyakitnya kepada petugas kesehatan. Hasil penelitian dianalisis dengan metode Colaizzi. Hasil Penelitian : Semua partisipan dalam penelitian ini merupakan mantan WPS yang pernah bekerja sebagai WPS selama 2-6 tahun, rentang usia partisipan antara 25-38 tahun dan pendidikan terakhirnya adalah Sekolah Dasar. Berdasarkan hasil wawancara dideskripsikan dalam tiga tema, yaitu : 1) Merasakan tekanan batin saat tahu positif HIV, 2) Memotivasi diri dan mendapatkan dukungan dari orang terdekat, dan 3) Menerima dan membuka status dirinya sebagai ODHA. Kesimpulan : Proses penerimaan diri ODHA mantan WPS bukanlah hal yang mudah sehingga perlu adanya dukungan dari orang terdekat dan petugas kesehatan.
Unduhan
Referensi
Candra, I. W., & Dewi, A. G. I. A. (2017). Pengungkapan Diri (Self Disclosure) Pada Orang Dengan Hiv/Aids (Odha). Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kesehatan, 4(2), 133–145. https://doi.org/10.32668/jitek.v4i2.57
Carsita, Wenny, N., & Mirah, Asmi, K. (2019). Kualitas Hidup ODHA Di Kecamatan Bongas. Jurnal Keperawatan Profesional (JKP), 7(Nomor 2), 1–14.
Carsita, W. N. (2017). Pengalaman Odha Dalam Menghadapi Stigma Dan Diskriminasi Terkait Penyakitnya. The Indonesian Journal of Health Science, 8(2), 156–164. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.32528/the.v8i2.869
Carsita, W. N., Winarni, I., Lestari, R., Ilmu, F., Universitas, B., Studi, P., Keperawatan, M., Kedokteran, F., & Brawijaya, U. (2016). Studi fenomenologi: Orang dengan HIV AIDS (ODHA) dalam menjalani Self-Disclosure di Wilayah Kerja Puskesmas Bongas. Jurnal Ilmu Keperawatan, 4(2).
Ditjen P2P Kemenkes RI. (2019). Laporan Perkembangan HIV-AIDS & Penyakit Infeksi Menular Seksual (PMS) Triwulan II Tahun 2019. Kemenkes.
Dinkes Indramayu. (2020). Laporan HIV/AIDS Kabupaten Indramayu Tahun 2019. Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu.
KPA Indramayu, (2019). Laporan Perkembangan HIV/AIDS Tahun 2018. Komisi Penanggulangan AIDS Indramayu.
Karamouzian, M., Akbari, M., Haghdoost, A., Hamidreza Setayesh, & Zolala, F. (2014). ‘“ I Am Dead to Them ”’: HIV-related Stigma Experienced by People Living With HIV in. Journal of the Association of Nurses in AIDS Care, 26(1), 46–56. https://doi.org/10.1016/j.jana.2014.04.005
Kartono, K. (2011). Patologi Sosial Kenakalan Remaja. Rajawali Perss.
Kemenkes. (2018). Infodatin Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Situasi Umum HIV/AIDS dan Tes HIV. Kementrian Kesehatan. https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/InfoDatin-HIV-AIDS-2018.pdf
Khumsaen, N., Aoup-por, W., & Thammachak, P. (2012). Factors Influencing Quality of Life Among People Living With HIV (PLWH) in Suphanburi Province, Thailand. Journal of the Association of Nurses in AIDS Care, 23(1), 63–72. https://doi.org/10.1016/j.jana.2011.01.003
Mustamu, A. C., Nurdin, M., & Pratiwi, I. G. (2018). Hubungan Antara Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup Pada Orang Dengan HIV dan AIDS. Jurnal Kesehatan Prima, 13(1), 76–84. https://doi.org/10.32.807/jkp.v13i1.211
Novrianda, D., Nurdin, Y., & Ananda, G. (2018). Dukungan Keluarga dan Kualitas Hidup Orang dengan HIV/AIDS di Lantera Minangkabau Support. Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah, 1(1), 26. https://doi.org/10.32584/jikmb.v1i1.96
Putri, I. A. K., & Tobing, D. H. (2016). Gambaran Penerimaan Diri Pada Perempuan Bali Pengidap HIV-AIDS. Jurnal Psikologi Udayana, 3(9), 395–406.
Sheila, L., & Videbeck. (2011). Psychiatric Mental Health Nursing (5th ed.). Philadelphia : Wolters Kluwer.
Sulung, N., & Rahmi, A. (2019). The analysis of spirituality of patients with HIV/AIDS in taking lessons and self-acceptance. Indian Journal of Palliative Care, 25(2), 232–235. https://doi.org/doi: 10.4103/IJPC.IJPC_203_18
Syafitasari, J., Djannah, S. N., Rosida, L., & Hakimi, H. (2020). Gambaran Penerimaan Diri Pada Orang Dengan Hiv/Aids (Odha) Di Yayasan Victory Plus Yogyakarta (Studi Fenomenologi). Jurnal Media Kesehatan, 13(1), 30–39. https://doi.org/10.33088/jmk.v13i1.471
UNAIDS. (2017). UNAIDS DATA 2017. https://www.unaids.org/sites/default/files/media_asset/20170720_Data_book_2017_en.pdf
Windiramadhan, A. P., Suryani, S., & Ibrahim, K. (2020). Pengalaman Hidup Wanita Pekerja Seks ( WPS ) yang Terinfeksi HIV. The Indonesian Journal of Health Science, 12(2), 169–182. https://doi.org/10.32528/ijhs.v12i2.4873.
Yonah, G., Fredrick, F., & Leyna, G. (2014). HIV serostatus disclosure among people living with HIV/AIDS in Mwanza, Tanzania. AIDS Research and Therapy, 11(1), 1–5. https://doi.org/10.1186/1742-6405-11-5



