ANALISIS HUBUNGAN ASUPAN MAKANAN ULTRA-PROCESSED FOOD DAN GAYA HIDUP SEDENTARI DENGAN STATUS GIZI PADA DEWASA AWAL

Penulis

  • Ika Mustika UIN Sunan Ampel Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.36973/jkih.v14i1.850

Kata Kunci:

Dewasa Awal, Sedentary, Status Gizi, Ultra-Processed Food

Abstrak

Salah satu masalah gizi yang terjadi pada dewasa awal adalah obesitas. Terdapat peningkatan prosentase obesitas dari tahun 2018 sebanyak 21,8% menjadi 23,4% pada tahun 2023. Peningkatan tersebut terjadi karena adanya perubahan gaya hidup seperti pola konsumsi makanan dan aktivitas fisik pada dewasa awal. Konsumsi makanan cepat saji dan ultra-processed food diiringi dengan perilaku sedentari yang lama berkaitan dengan peningkatan indeks massa tubuh dan risiko penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan makanan UPF dan gaya hidup sedentari dengan status gizi pada dewasa awal. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan terhadap mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya dengan sampel sebanyak 201 responden rentang usia 18-23 tahun. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner asupan makanan UPF, perilaku sedentari dan status gizi dengan pengukuran indeks massa tubuh. analisis bivariat digunakan untuk mengetahui hubungan asupan ultra processed food, gaya hidup sedentari dengan status gizi pada dewasa awal menggunakan uji Spearman dengan Tingkat kepercayaan 95%  sig. 0,05. Hasil penelitian hubungan asupan makanan UPF dengan status gizi nilai signifikansi 0,916 (p> 0,05). Hal tersebut menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara asupan makanan UPF dengan status gizi pada dewasa awal. Sedangkan pada analisis hubungan perilaku sedentari dengan status gizi menunjukkan nilai signifikansi 0,019 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan signifikan antara perilaku sedentari dengan status gizi. Meskipun hasil menunjukkan tidak adanya hubungan antara asupan UPF dengan status gizi, pola konsumsi makan serta aktivitas fisik harus tetap diperhatikan untuk mencegah obesitas yang dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Ades, P. A., & Savage, P. D. (2017). Obesity in coronary heart disease: An unaddressed behavioral risk factor. Preventive Medicine, 104, 117–119. https://doi.org/10.1016/j.ypmed.2017.04.013

Ali, S., Hussain, R., Malik, R. A., Amin, R., & Tariq, M. N. (2024). Association of Obesity With Type 2 Diabetes Mellitus: A Hospital-Based Unmatched Case-Control Study. Cureus, 16(1). https://doi.org/10.7759/cureus.52728

Chen, Z., Khandpur, N., Desjardins, C., Wang, L., Monteiro, C. A., Rossato, S. L., Fung, T. T., Manson, J. E., Willett, W. C., Rimm, E. B., Hu, F. B., Sun, Q., & Drouin-Chartier, J.-P. (2023). Ultra-Processed Food Consumption and Risk of Type 2 Diabetes: Three Large Prospective U.S. Cohort Studies. Diabetes Care, 46(7), 1335–1344. https://doi.org/10.2337/dc22-1993

Dzakya Azzahra, H., Elsa Fitri, Z., & Arumsari, I. (2025). The Relationship between Ultra-Processed Food (UPF) Consumption, Sedentary Behavior, and Overweight Status among Students at SMAN 1 Tangerang, Banten, Indonesia. Indonesia Journal of Public Health Nutrition, 5(2). https://doi.org/10.7454/ijphn.v5i2.1063

Haeruman, W. (2026). Hubungan Sedentary Behavior Dengan Index Massa Tubuh Mahasiswa Pendidikan Jasmani Universitas Galuh. Jurnal Keolahragaan, 12(1), 105–113. http://dx.doi.org/10.25157/jkor.v12i1.20345

Hasanah, S. S. (2024). Hubungan Eating Behavior dan Sedentary Lifestyle dengan Status Gizi Lebih pada Remaja Fase Awal. Media Gizi Kesmas, 13(1), 116–124. https://doi.org/10.20473/mgk.v13i1.2024.116-124

Iswari, N. W. A. D. K., Thanaya, S. A. P., Putra, I. P. Y. P., & Wibawa, A. (2024). Sedentary Lifestyle Berhubungan dengan Massa Lemak Tubuh pada Mahasiswa Universitas Udayana. Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia, 12(2), 233. https://doi.org/10.24843/mifi.2024.v12.i02.p20

Juliani, K. D., Dwijayanti, I., Siahaan, M. F., & Diba, M. F. (2025). Hubungan Konsumsi Ultra-Processed Food dengan Status Gizi Remaja di Asia: Narrative Review. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(2).

Larasati, L. R., & Putriningtyas, N. D. (2025). Hubungan Kebiasaan Konsumsi Ultra-Processed Foods Dengan Kejadian Hipertensi Pada Usia Produktif. Journal of Nutrition College, 14(1), 41–50. https://doi.org/10.14710/jnc.v14i1.44577

McManus, K. D. (2020). What are ultra-processed foods and are they bad for our health? [Recent Article]. Harvard Health Online. https://www.health.harvard.edu/blog/what-are-ultra-processed-foods-and-are-they-bad-for-our-health-2020010918605

Monteiro, C. A., Cannon, G., Moubarac, J.-C., Levy, R. B., Louzada, M. L. C., & Jaime, P. C. (2018). The UN Decade of Nutrition, the NOVA food classification and the trouble with ultra-processing. Public Health Nutrition, 21(1), 5–17. https://doi.org/10.1017/S1368980017000234

Mutawakillah, H., Sari, R., Afiva, N., Thahara, A., Nurchalizah, R., Rosidati, C., & Yustiyani, Y. (2025). Hubungan antara Konsumsi Ultra-Processed Food dengan Status Gizi: Studi Potong Lintang pada Mahasiswa Kesehatan Masyarakat UIN Jakarta: The Relationship between Ultra-Processed Food Consumption and Nutritional Status: A Cross-Sectional Study on Public Health Students at UIN Jakarta. Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik, 4(1), 9–14. https://doi.org/10.25182/jigd.2025.4.1.9-14

Okfiani, L., Ambarwati, R., & Susiloretni, K. A. (2022). Aktivitas, Konsumsi Makanan, Faktor Fisiologis, dan Riwayat Obesitas Keluarga Kaitannya dengan Obesitas pada Pegawai: Studi Kasus-Kontrol. Amerta Nutrition, 6(3), 245–255. https://doi.org/10.20473/amnt.v6i3.2022.245-255

Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Obesitas Dewasa, NOMOR HK.01.07/MENKES/509/2025 (2025).

Rahadian, F. A., Wahyuningsih, U., & Simanungkalit, S. F. (2024). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Obesitas pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta: Factors Associated with the Incidence of Obesity among College Students at Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta. Amerta Nutrition, 8(3SP), 24–34. https://doi.org/10.20473/amnt.v8i3SP.2024.24-34

Ramadhani, I. C., & Djamaluddin, S. (2024). Pengaruh Konsumsi Jadi dan Olahan terhadap Obesitas di Indonesia. Jurnal Informatika Ekonomi Bisnis, 861–867. https://doi.org/10.37034/infeb.v6i4.974

Rindu, D., Rahmadhani, S. P., Anggraini, A., & Wathan, F. M. (2025). Hubungan Kualitas Tidur, Frekuensi Konsumsi Junk Food dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMA Muhammadiyah 1 Palembang. Jurnal Kesehatan Indra Husada, 13(2).

Rosaline Darwis. (2024). Hubungan Faktor Risiko Obesitas dengan Kejadian Hipertensi di Wilayah Pelabuhan Harbour Bay Tahun 2024. Protein : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan., 3(1), 01–16. https://doi.org/10.61132/protein.v3i1.916

Rosmiati, R., Haryana, N. R., Firmansyah, H., & Purba, R. (2023). Pola Makan, Aktivitas Fisik dan Obesitas pada Pekerja Urban di Indonesia: Dietary Patterns, Physical Activity, and Obesity among Indonesian Urban Workers. Amerta Nutrition, 7(2SP), 164–170. https://doi.org/10.20473/amnt.v7i2SP.2023.164-170

Setyaningsih, A., Mulyasari, I., Afiatna, P., & Putri, H. R. (2024). Hubungan Konsumsi Makanan Olahan Ultra Proses dengan Kualitas Diet dan Status Gizi Lebih pada Usia Dewasa Muda. H. R., 8(1).

Shim, J.-S. (2025). Ultra-Processed Food Consumption and Obesity: A Narrative Review of Their Association and Potential Mechanisms. Journal of Obesity & Metabolic Syndrome, 34(1), 27–40. https://doi.org/10.7570/jomes24045

Srour, B., Fezeu, L. K., Kesse-Guyot, E., Allès, B., Méjean, C., Andrianasolo, R. M., Chazelas, E., Deschasaux, M., Hercberg, S., Galan, P., Monteiro, C. A., Julia, C., & Touvier, M. (2019). Ultra-processed food intake and risk of cardiovascular disease: Prospective cohort study (NutriNet-Santé). BMJ, l1451. https://doi.org/10.1136/bmj.l1451

Torano, F. M., & Fitrianita, I. (2025). Hubungan Sedentary Lifestyle Dengan Index Massa Tubuh (IMT) Mahasiswa Penjaskesrek Universitas Cenderawasih. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 03(04), 6000–6004. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.2070

Wijaya, L. N., Antari, I., Wahyuni, E. T., & Fatmawati, E. (2024). Hubungan Kadar Gula Darah, Kolesterol dan Indeks Massa Tubuh dengan Kejadian Hipertensi pada Masyarakat di Kelurahan Hargotirto Kulon Progo. Jurnal Kesehatan Madani Medika, 15(01), 128–135.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-24

Cara Mengutip

Mustika , I. . (2026). ANALISIS HUBUNGAN ASUPAN MAKANAN ULTRA-PROCESSED FOOD DAN GAYA HIDUP SEDENTARI DENGAN STATUS GIZI PADA DEWASA AWAL. JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA, 14(1), 59–65. https://doi.org/10.36973/jkih.v14i1.850

Terbitan

Bagian

Artikel