ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KECACINGAN PADA ANAK DI SEKOLAH DASAR NEGERI 184 KOTA PALEMBANG

Penulis

  • Rizke Aulia Maharani Universitas Kader Bangsa
  • H. Irdan Universitas Kader Bangsa
  • Devi Marlina Universitas Kader Bangsa
  • Elvi Sunarsih Universitas Kader Bangsa

DOI:

https://doi.org/10.36973/jkih.v14i1.849

Kata Kunci:

Kecacingan, Pengetahuan, Sikap, Hygiene Perorangan, Sosial Ekonomi

Abstrak

Soil transmitted helminth (STH) parasit yang menyebabkan infeksi cacing, kelompok Nematoda Usus yang menularkan penyakitnya melalui tanah. lebih dari 568 juta usia sekolah yang tinggal di daerah dimana parasit ini membutuhkan pengobatan dan intervensi pencegahan, termasuk di SDN 184 kota Palembang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik kuantitatif dengan desain studi pendekatan cross sectional. Penelitian ini bertujuan untuk menghubungkan faktor pengetahuan, sikap, hygiene perorangan dan sosial ekonomi dengan kejadian kecacingan di SDN 184 Kota Palembang Tahun 2025. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Mei hingga Juli tahun 2025. Populasi penelitian seluruh kelas III - VI sebanyak 319 siswa. Sampel penelitian ini dihitung dengan rumus lames show sebesar 139 responden yang dipilih secara acak dengan menggunakan metode Accidental sampling. Pengolahan data dilakukan melalui analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikasi 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan nilai (p-value = 0,005; PR =3.198), hygiene perorangan dengan nilai (p-value = 0,007; PR = 3.105), sosial ekonomi dengan nilai (pvalue = 0,006; PR- 3.910) tetapi tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan nilai (p- value = 0,622; PR- 1.279) dengan kejadian kecacingan pada anak SDN 184 Kota Palembang Tahun 2025. Akhir dari penelitian ini diharapkan siswa dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang kecacingan, menerapkan hygiene perorangan lebih baik, serta mengelola sosial ekonomi dengan baik agar angka kejadian kecacingan menurun

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Anggraini, H. (2025). Hubungan tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting pada anak usia 6–59 bulan. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada. https://doi.org/10.34305/jikbh.v15i02.1200

Astuti, F. D., Azka, A., & Rokhmayanti, R. (2022). Maternal age correlates with stunting in children: A systematic review. Journal of Maternal and Child Health. https://doi.org/10.26911/thejmch.2022.07.04.11

Indonesian Nutritional Status Monitoring Survey. (2017). Maternal education and stunting data [Dataset].

Khaifa, N., & Roza, I. Y. (2025). Hubungan pengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan stunting. Jurnal Kesehatan Tambusai. https://doi.org/10.31004/jkt.v6i3.49619

Masse, H. F., et al. (2025). The influence of early marriage history on stunting risk: A systematic review. Jurnal Ners, 9(2). https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/40001

Monika, A. P., Gusrianti, & Hasnah, F. (2025). Hubungan tingkat pengetahuan ibu dan peran kader dengan kejadian stunting. Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan. https://doi.org/10.59435/gjik.v4i1.1870

Mustajab, A., & Indriani, F. (2024). Hubungan pernikahan usia anak dengan kejadian stunting pada balita. Indonesian Journal of Global Health Research, 7(4). https://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJGHR/article/view/6766

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan (Edisi terbaru). Rineka Cipta.

Ridho, M., et al. (2025). Mencegah pernikahan dini sebagai strategi penurunan stunting. Jurnal Pendekar Nusantara, 3(1). https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/pendekar/article/view/1974

Safitri, E., Basriati, S., & Mulyani, S. (2022). Faktor-faktor yang memengaruhi kejadian stunting terhadap balita menggunakan analisis regresi logistik. Zeta – Math Journal, 7(2), 47–52. https://journal.uim.ac.id/index.php/zeta/article/view/1560

Setyarini, D. I., et al. (2022). Teenage pregnancy in Malang: Analysis on stunting incidence. Journal of Maternal and Child Health. https://doi.org/10.26911/thejmch.2022.07.05.06

Sulistyawati, F., Melinda, A., & Ratnasari, R. (2024). The effect of maternal age on stunting incidence (Analysis of 2018 Riskesdas secondary data). Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia, 12(1), 1–10. https://doi.org/10.21927/jnki.2024.12(1).1-10

Wardani, L., Wiguna, R. I., Mustamu, Q. P., et al. (2022). Hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan. Jurnal Kesehatan Qamarul Huda. https://doi.org/10.37824/jkqh.v10i2.397

Widiastuti, Y. P., et al. (2025). Child marriage and stunting: Policy and community perspective. Indonesian Journal of Global Health Research, 7(4). https://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJGHR/article/view/6766

World Health Organization. (2021). Global nutrition targets 2025: Stunting policy brief. World Health Organization.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-24

Cara Mengutip

Aulia Maharani, R., H. Irdan, Marlina, D., & Sunarsih, E. (2026). ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KECACINGAN PADA ANAK DI SEKOLAH DASAR NEGERI 184 KOTA PALEMBANG. JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA, 14(1), 50–58. https://doi.org/10.36973/jkih.v14i1.849

Terbitan

Bagian

Artikel