ANALISIS FAKTOR INDIVIDU DAN DUKUNGAN KEBIJAKAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING DI DESA BERUGE DARAT
DOI:
https://doi.org/10.36973/jkih.v14i1.832Kata Kunci:
Stunting, Individual Factors, Policy Support, Maternal Knowledge, Under-Five ChildrenAbstrak
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. Kejadian stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor individu maupun dukungan kebijakan di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor individu dan dukungan kebijakan dengan kejadian stunting di Desa Beruge Darat, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan rancangan potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 0–59 bulan di Desa Beruge Darat, dengan teknik total sampling sebanyak 40 responden. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner dan dianalisis secara bivariat serta multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor individu ibu, meliputi usia ibu, usia saat menikah, tingkat pendidikan, dan pengetahuan gizi, berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting pada analisis bivariat. Namun, pada analisis multivariat, pengetahuan ibu merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian stunting, sedangkan variabel usia ibu, usia saat menikah, pendidikan ibu, dan dukungan kebijakan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan setelah dikontrol bersama. Dukungan kebijakan berperan secara tidak langsung melalui peningkatan pengetahuan dan perilaku ibu. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting perlu difokuskan pada peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi dan praktik pengasuhan anak, disertai penguatan kebijakan desa yang terintegrasi dengan program edukasi masyarakat secara berkelanjutan.
Kata kunci: Stunting, Faktor Individu, Dukungan Kebijakan, Pengetahuan Ibu, Balita
Unduhan
Referensi
Anggraini, H. (2025). Hubungan tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting pada anak usia 6–59 bulan. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada. DOI: https://doi.org/10.34305/jikbh.v15i02.1200
Astuti, F. D., Azka, A., & Rokhmayanti, R. (2022). Maternal Age Correlates with Stunting in Children: Systematics Review. Journal of Maternal and Child Health. DOI: https://doi.org/10.26911/thejmch.2022.07.04.11
Indonesian Nutritional Status Monitoring Survey (2017) data (maternal education & stunting).
Khaifa N. & Roza I. Y. (2025). Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Perilaku Pencegahan Stunting. Jurnal Kesehatan Tambusai. DOI: https://doi.org/10.31004/jkt.v6i3.49619
Masse, H. F., et al. (2025). The influence of early marriage history on stunting risk: A systematic review. Jurnal Ners, 9(2). https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/40001
Monika, A. P., Gusrianti, & Hasnah, F. (2025). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dan Peran Kader dengan Kejadian Stunting. Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan. DOI: https://doi.org/0.59435/gjik.v4i1.1870
Mustajab, A., & Indriani, F. (2024). Hubungan pernikahan usia anak dengan kejadian stunting pada balita. Indonesian Journal of Global Health Research, 7(4). https://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJGHR/article/view/6766
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan (Edisi terbaru). Jakarta: Rineka Cipta.
Ridho, M., et al. (2025). Mencegah pernikahan dini sebagai strategi penurunan stunting. Jurnal Pendekar Nusantara, 3(1). https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/pendekar/article/view/1974
Safitri, E., Basriati, S., & Mulyani, S. (2022). Faktor‑faktor yang memengaruhi kejadian stunting terhadap balita menggunakan analisis regresi logistik. Zeta – Math Journal, 7(2), 47–52. https://journal.uim.ac.id/index.php/zeta/article/view/1560
Setyarini, D. I., et al. (2022). Teenage Pregnancy in Malang: Analysis on Stunting Incidence. Journal of Maternal and Child Health. DOI: https://doi.org/10.26911/thejmch.2022.07.05.06
Sulistyawati, F., Melinda, A., & Ratnasari, R. (2024). The effect of maternal age on stunting incidence (Analysis of 2018 Riskesdas secondary data). Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia. DOI: https://doi.org/10.21927/jnki.2024.12(1).1-10
Wardani, L., Wiguna, R. I., Mustamu, Q. P., et al. (2022). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24–59 Bulan. Jurnal Kesehatan Qamarul Huda. DOI: https://doi.org/10.37824/jkqh.v10i2.397
Widiastuti, Y. P., et al. (2025). Child marriage and stunting: Policy and community perspective. Indonesian Journal of Global Health Research, 7(4).https://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJGHR/article/view/6766
World Health Organization. (2021). Global nutrition targets 2025: Stunting policy brief.



