FACTORS RELATED TO BEHAVIOR THE COMMUNITY IN DISPOSING OF GARBAGE IN THE VILLAGE OF BANGUNTAPAN
DOI:
https://doi.org/10.36973/jkih.v9i1.288Kata Kunci:
Pendidikan, pendapatan, perilaku membuang sampah, sarana prasaranaAbstrak
Menurut American Public Health Association, sampah diartikan sebagai sesuatu yang tidak digunakan, tidak terpakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang, yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya. Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul Tahun 2018 Penghasil sampah terbesar ada di Kecamatan Banguntapan sebesar 264,49 m³/hari sedangkan terendah sebesar 77,64 m³/hari terdapat di Kecamatan Kretek. Hasil wawancara pada masyarakat, didapatkan bahwa sebanyak 45% warga belum memisahkan atau membedakan sampah organik dan anorganik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku masyarakat dalam membuang sampah Desa Banguntapan. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dengan jumlah sampel 76 responden. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian ini yaitu pada analisis chi square menunjukkan ada hubungan antara faktor-faktor dengan perilaku masyarakat dalam membuang sampah sebagai berikut pendidikan dengan perilaku sig. 0,002 (p<0,05), pendapatan dengan perilaku sig. 0,037 (p < 0,05), ketersediaan sarana prasarana sig. 0,000 (p<0,05). Kesimpulan yang didapatkan yaitu ada hubungan yang signifikan antara pendidikan, pendapatan, ketersediaan sarana prasarana dengan perilaku masyarakat dalam membuang sampah di Desa Banguntapan.
Unduhan
Referensi
Dinas Lingkungan Hidup 2018. Informasi Kerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul. 2018.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung : Alpabeta. 2018
Notoatmodjo,Soekidjo. Kesehatan Masyarakat Ilmu Dan Seni. Jakarta : Rineka Cipta. 2014
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alpabeta. 2013
Pratama, Ryan Aditya. PERILAKU MASYARAKAT DALAM MEMBUANG SAMPAH DI TEMPAT PENAMPUNGAN SEMENTARA (TPS) DI KECAMATAN PONTIANAK BARAT KOTA PONTIANAK. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah. 2016;4(1): 1-10
Safitri, May Erviana & Ahmad Faizal Rangkuti; HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN, PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU PENGELOLAAN SAMPAH PADA PEDAGANG BUAH DAN SAYUR DI PASAR GIWANGAN YOGYAKARTA; (Skripsi). Yogyakarta : Universitas Ahmad Dahlan; 2019
Napis Alfikri, Wisnu Hidayat , Vierto Irennius Girsang. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINDAKAN MEMBUANG SAMPAH DI LINGKUNGAN IV KELURAHAN HELVETIA KECAMATAN MEDAN HELVETIA TAHUN 2017. Jurnal Riset Hesti Medan, 2018. 3(1). 10-20
Aminah, C.S. Evaluasi Pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (Studi Kasus Tpa Ikhulung Kabupaten Aceh Barat Daya). Magister Ilmu Lingkungan Program Pasca sarjana Universitas Diponegoro Semarang. 2016
Notoatmodjo, S. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Rineka Cipta. Jakarta. 2010



