PENGARUH PENYULUHAN TENTANG PENYAKIT TB PARU KEPADA KONTAK SERUMAH TERHADAP DETEKSI DINI PENYAKIT TB PARU DI PUSKESMAS WILAYAH EKS KAWEDANAN INDRAMAYU KABUPATEN INDRAMAYU

  • Setyo Dwi Widyastuti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Indramayu
Keywords: Early detection, Home Contact, Pulmonary TB, Extension

Abstract

Kesadaran anggota keluarga yang tinggal serumah dengan penderita TB paru untuk deteksi dini rendah. Faktor yang mempengaruhi adalah pengetahuan dan persepsi, dan untuk meningkatkannya adalah penyuluhan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penyuluhan kepada kontak serumah terhadap deteksi dini penyakit TB paru. Dasar teori yang digunakan adalah health belief models. Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen. Populasinya adalah seluruh anggota keluarga yang tinggal serumah dengan penderita TB paru, dengan sampel total populasi. Analisis data menggunakan repeated anova dan Mc nemar. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan dan persepsi sebelum, sesudah dan setelah 1 bulan dilakukan penyuluhan (p < 0,001 dan p = 0,004); tidak terdapat perbedaan perilaku deteksi dini penyakit TB paru sebelum dan setelah 1 bulan dilakukan penyuluhan (p = 0,508), dan anggota keluarga yang melakukan deteksi dini, didiagnosa tidak menderita penyakit TB paru. Simpulan, penyuluhan yang dilakukan secara kuantitas kurang hanya meningkatkan pengetahuan dan persepsi anggota keluarga tentang penyakit TB paru, dan belum dapat mendorong perilaku anggota keluarga untuk melakukan deteksi dini penyakit TB paru

Author Biography

Setyo Dwi Widyastuti, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Indramayu
Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat STIKes Indramayu

References

Kepmenkes, RI. Pedoman Penanggulangan Tubercolusis (TB). In: Kepmenkes, editor. 2 ed. Jakarta2010.

WHO. Global tuberculosis control 2010: WHO Global Report 2011; 2011.

Kepmenkes, RI. Strategi Nasional Pengendalian TB di Indonesia 2010 - 2014. In: Kepmenkes, editor. Jakarta:

Kepmenkes; 2011.

Anak Agung Gede Agung, Anak Agung Sagung Sawitri, Wirawan DN. Rendahnya proporsi Kontak yang

Melakukan Deteksi Dini Tuberkulosis Paru di Puskesmas I Denpasar Selatan Tahun 2012. Public Health and Preventive Medicine Archive. Juli 2012;1:1.

Susilowati T. Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Tubercolusis di Kecamatan Kaliangrik Magelang (Studi tentang Kontak Langsung dengan Pasien BTA Positif Tuberculosis) Purworejo Jawa Tengah: e-journal.akbidpurworejo.ac.id/index.php/jkk3/article/view/56/54;2010 [cited 2013 17 December].

D. Guwatudde, M. Nakakeeta, E.C.Jones-Lopes, A. Maganda, A.Chuinda, R.D. Mugerda, et al. Tubercolusis in Household Contacts of Infectious Cases in Kampala, Uganda. American Journal of Epidemiology. 2003;158 9.

Ekowati Retnaningsih, Hasbullah Thabrany, Adang Bachtiar, Kamso S. Analisis Multilevel: Model Akses Layanan Kesehatan Suspek Penderita Tubercolusis di Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan. 2007;35:165-6.

Pasaribu LR. Identifikasi dan Eksplorasi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Case Detectin Rate dalam Program Tubercolusis di Kelurahan Cipinang Jakarta Timur. Badan Litbangkes. 2005;33:12-3.

Kingsley N Ukwaja, Alobu I, Nweke CO, Onyenwe EC. Healthcare-seeking Behavior, Treatment Delays and Its

Determinant Among Pulmonary Tubercolusis Patients in Rural Negaria: a Cross-Sectional Study. Health Services

Research. 2013:2.

Carolyn M. Ford, Angela M. Bayer, Robert H. Gilman, Dami Onifade, Colleen Acosta, Lilia Cabrera, et al. Factors Associated with Delayed Tuberculosis Test-seeking Behavior in the Peruvian Amazon. The American

Society of Tropical Medicine and Hygiene. December 2009;81 (6).

Glanz K, Rimer BK, Viswanath K. Health Behavior and Health Education Theory, Research and Practice. San

Francisco USA: Jossey-Bass; 2008.

Fitriani S. Promosi Kesehatan. Yogyakarta: Graha Ilmu; 2011.

James Machoki M'Imunya, Tamara Kredo, Volmink J. Patient Education and Counselling for Promoting Adherence to Treatment for Tuberculosis. The Cocharne Collaboration. 2012(5).

Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta;2007.

Notoatmojo S. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta;2005.

Machfoedz I, Suryani E. Pendidikan Kesehatan Bagian dari Promosi Kesehatan. Yogyakarta: Fitramaya;2009.

Maulana HDJ. Promosi Kesehatan.Jakarta: EGC; 2012.

Loriana Rina, Ridwan M.Thaha, Ramdan IM. Efek Konseling Terhadap Pengetahun, Sikap dan Kepatuhan Berobat Penderita Tuberkolusis Paru di Wwilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Samarinda. http://pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/1445b949d295c9486aeb541ca379aefb.pdf; [cited 2013 18 December].

Widari NP. Perbandingan Pengaruh Metode Penyuluhan Kesehatan dan Konseling Terhadap Perubahan Perilaku Pencegahan Penularan pada Penderita TBC. Surakarta: Universitas Sebelas Maret; 2010.

Ali Z. Dasar-dasar Pendidikan Kesehatan Masyarakat dan Promosi Kesehatan.Jakarta: Trans Info Media; 2010.

D’Souza J. Effect of Intensive Health Education Adherence to Treatment in Sputum Positive Pulmonary Tuberculosis Patients. Indian Journal of Tuberculosis.2003;50:33.

R. Beaglehole, Bonita R. Dasar-dasar epidemiologi. Yogyakarta: UGM Press;1997.

Published
2018-07-02
How to Cite
Widyastuti, S. (2018). PENGARUH PENYULUHAN TENTANG PENYAKIT TB PARU KEPADA KONTAK SERUMAH TERHADAP DETEKSI DINI PENYAKIT TB PARU DI PUSKESMAS WILAYAH EKS KAWEDANAN INDRAMAYU KABUPATEN INDRAMAYU. JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA, 6(1), 46. Retrieved from http://ojs.stikesindramayu.ac.id/index.php/JKIH/article/view/64
Section
Articles