DISCHARGE PLANNING PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI GARUT

  • Hesti Platini Universitas Padjadjaran
Keywords: Discharge Planning, Tuberculosis Lung

Abstract

Tuberkulosis Paru merupakan penyakit yang dapat mempengaruhi kesehatan bagi individu. Penderita tuberkulosis beberapa harus dilakukan perawatan untuk menangani penyakitnya. Selama perawatan di rumah sakit pasien dengan tuberkulosis membutuhkan discharge planning sebagai bentuk pemberian informasi agar penyampaian informasi dapat meningkatkan status kesehatan dan pengetahuan pasien. Sehingga perlu diketahui gambaran pelaksanaan discharge planning pada pasien tuberculosis paru sebagai bahan evaluasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu desain kuantitatif dengan studi desain analisis. Pada penelitian yaitu untuk mengetahui gambaran secara objektif pelaksanaan discharge planning di RSUD dr Slamet Garut, Hasil penelitian menunjukan pelaksanaan discharge planning dilakukan dengan baik menurut pasien (66,67%) dan perawat (86,67%). Pendokumentasian discharge planning rata-rata cukup baik (53,33%) dan masih ada yang kurang baik (13,33%). Kesimpulan dalam penelitian menunjukan bahawa sebagian besar pelaksanaan discharge planning sebagian besar sangat baik dan cukup optimal untuk mempersiapkan kepulangan pasien tuberkulosis paru walaupun belum sepenuhnya setiap detail kebutuhan pasien berbeda-beda. Discharge planning memerlukan perencanaan yang matang untuk memastikan kesinambungan perawatan. Kata Kunci : Discharge Planning, Tuberkulosis Paru.

References

Almborg, A. H., Ulander, K., Thulin, A., & Berg, S. (2009). Patients’ perceptions of their participation in discharge planning after acute stroke. Journal of clinical nursing, 18(2), 199-209.

Carroll, Á.,& Dowling, M. (2007). Discharge planning: communication, education and patient participation. British Journal of Nursing, 16(14), 882-886.

Doody, O., Bailey, M. E., Moran, S., & Stewart, K. (2018). Nursing documentation in palliative care: An integrative.

Gonçalves‐ Bradley, D. C., Lannin, N. A., Clemson, L. M., Cameron, I. D., & Shepperd, S. (2016). Discharge planning

from hospital. The Cochrane Library.

Holland, D. E., & Bowles, K. H. (2012). Standardized discharge planning assessments: impact on patient outcomes. Journal of nursing care quality, 27(3), 200-208.

Nosbusch, J. M., Weiss, M. E., & Bobay, K. L.(2011). An integrated review of the literature on challenges confronting the acute care staff nurse in discharge planning. Journal of clinical nursing, 20(5‐ 6), 754-774.

Oyoh, O., Somantri, I., & Sekarwana, N.(2017). Pengalaman Perawat dalam Pelaksanaan Sistem Pemberian Pelayanan Keperawatan Profesional di RSUD Cibabat: Studi Fenomenologi. Jurnal Keperawatan Padjadjaran, 5(3).

Potter, P. A., Perry, A. G., Stockert, P., & Hall,A. (2016). Fundamentals of Nursing-EBook.Elsevier Health Sciences.

Schaar, G. L., & Wilson, G. M. (2015).Evaluating senior baccalaureate nursing students’ documentation accuracy through an interprofessional activity. Nurse educator, 40(1), 7-9.

Shepperd, S., Lannin, N. A., Clemson, L. M., McCluskey, A., Cameron, I. D., & Barras, S. L. (2013). Discharge planning from hospital to home. Cochrane Database Syst Rev, 1(1).

Solvianun, M., & Jannah, N. (2017). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelaksanaan Discharge Planning Perawat

Pelaksana. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan, 2(3).

Published
2018-07-02
How to Cite
Platini, H. (2018). DISCHARGE PLANNING PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI GARUT. JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA, 6(1), 66. Retrieved from http://ojs.stikesindramayu.ac.id/index.php/JKIH/article/view/61
Section
Articles