KARAKTERISTIK IBU YANG MELAHIRKAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI PUSKESMAS WILAYAH PANTURA KABUPATEN INDRAMAYU TAHUN 2017

  • Meran Dewina STIKes Indramayu
  • Nanda Yansih Putri STIKes Indramayu
  • Heri Sugiarto STIKes Indramayu
Keywords: Karakteristik, ibu melahirkan, BBLR

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di banyak negara karena dianggap menjadi salah satu faktor penyebab kematian bayi. BBLR juga dapat berdampak serius terhadap kualitas generasi mendatang karena dapat memperlambat pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga berpengaruh terhadap penurunan kecerdasan. Masalah BBLR di Indramayu masih menjadi sorotan yang serius, dimana kejadian BBLR sangat tinggi, salah satu faktor penyebabnya yaitu faktor dari ibu. Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui Karakteristik ibu yang melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)

                Jenis penelitian adalah Deskriptif, yaitu menggambarkan karakteristik ibu yang melahirkan BBLR di Puskesmas wilayah Pantura Kabupaten Indramayu tahun 2017. Sampel dalam penelitian ini adalah total sampel yaitu seluruh rekam medik dari ibu yang melahirkan BBLR di Puskesmas wilayah Pantura Kabupaten Indramayu sebanyak 43 kasus. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data yang didapat dari Puskesmas di wilayah Pantura Kabupaten Indramayu tahun 2017 yaitu Puskesmas Kandanghaur, Puskesmas Sukra, dan Puskesmas Kertawinangun.

                Hasil Penelitian ini didapatkan bahwa karakteristik ibu yang melahirkan bayi dengan BBLR di Puskesmas Wilayah Pantura Kabupaten Indramayu, adalah sebagian besar dari seluruh responden berumur 20-35 tahun (65,1%), sebagian besar tingkat pendidikan SD (44,2%). sebagian besar jumlah kelahiran (paritas) adalah multigravida (55,8%), sebagian besar usia kehamilannya adalah preterm (65,1%), sebagian besar penyebabnya  adalah tidak diketahui penyebabnya (55,8%).

                Dari hasil penelitian ini dapat disimpilkan bahwa melahirkan bayi dengan BBLR di Puskesmas Wilayah Pantura Kabupaten Indramayu, adalah berumur 20-35 tahun, memiliki tingkat pendidikan SD, status paritas multigravida, dengan  usia kehamilan preterm, dan tidak diketahui penyebabnya.

Author Biographies

Meran Dewina, STIKes Indramayu

Dosen Prodi Kebidanan

Nanda Yansih Putri, STIKes Indramayu

Dosen Prodi KebidananSTIKes Indramayu

Heri Sugiarto, STIKes Indramayu

Dosen Prodi Kesehatan Masyarakat

References

Arifin M, Zainal. 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Surabaya: Reality Publisher

Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Edisi Revisi V.Jakarta: Rineka Cipta

Arinnita, I. 2012. Hubungan Pendidikan dan Paritas Ibu dengan kejadian BBLR di Rumah Sakit Umum Pusat Dr.

Mohammad Hosein Palembang Tahun 2011.

Asiyah, S. 2010. Karakteristik Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Sampai Tribulan II Tahun 2009 Di kota Kediri.Jurnal Kesehatan suara Forikes.

Astuti, Hutari Puji. 2012. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Ibu I (Kehamilan). RohimaPress : Yogyakarta

Atikah, Proverawati 2010, BBLR Berat Badan Lahir Rendah, PT Nuha Medika,Yogyakarta.

Badriyah Dewi Laelatul. 2012. Metodologi Penelitian Ilmu-Ilmu Kesehatan.Bandung: Multazam

Bobak, Lowdermilk & Jensen. 2005. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Cetakan 1.Jakarta: EGC

Damanik, S.M. 2010. Klasifikasi Bayi Menurut Berat Lahir dan Masa Gestasi. Dalam: Kosim MS, et al. Buku Ajar

Neonatologi. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Demelash H, Motbainor A, Nigatu D, Gashaw K, Melese A. 2015. Risk factors for low birth weight in Bale zone hospitals,South-East Ethiopia : case-control study. BMC Pregnancy & Children 15(1):264-274

Depkes RI. 2007. Materi Ajar Penurunan Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir. Jakarta: Depkes RI

Festy PW. 2011. Analisis Faktor Risiko pada Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Sumenep [skripsi].Surabaya: Universitas Muhammadiyah Surabaya

Hasan, Et al. 1997. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta: Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran

Universitas Indonesia

Hius, S. 2012. Gambaran Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah Di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda

Aceh. Skripsi. Banda Aceh: Universitas Syiah Kuala

Jones, L. 1994. Dasar-dasar Obstetri dan Ginekologi. Jakarta: Penerbit Hipokrates.

Kemenkes RI. 2012. Profil kesehatan Indonesia tahun 2012. www.depkes.go.id/resources/download/.../profil-kesehatan-indonesia-2012.pdf

Leonardo, 2011, ‘Perbedaan Luaran Janin pada Persalinan Preterm Usia Kehamilan 34-36 Minggu dengan dan tanpa Ketuban Pecah Dini’, Jurnal Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro.

Lissauer Tom, Avroy Fanaroff. 2009.Neonatologi at a Glance. Jakarta:Erlangga

Manuaba. 2006. Buku Ajar Patologi Obstetri Untuk Mahasiswa Kebidanan. Jakarta:Buku kedokteran EGC.

Manuaba, IBG. 2010. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan KB. Penerbit EGC : Jakarta

Mandriwati, G.A. 2007. Asuhan Kebidanan Ibu Hamil. Jakarta: EGC.

Maryani, Lidya & Muliani, Rizki. 2010.Epidemiologi Kesehatan. Yogyakarta:Graha Ilmu

Merzalia, N. 2012. Determinan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Kabupaten Belitung Timur Provinsi

Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2010-2011. Skripsi. Depok: Universitas Indonesia

Mayumi Mizutani, Junko Tashiro, Maftuhah, Heri Sugiarto, Lily Yulaikhah and Riyanto Carbun. Model development

of healthy-lifestyle behaviors for rural Muslim Indonesians with hypertension: A qualitative study. Nursing and health Ssciences. Volume 18,issue 1, version of record online. Agustus 2015.http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/nhs.12212/pdf

Mochtar, Rustam. 2011. Sinopsis Obstetri.Jakarta: EGC

Momeni M., Danaei M., Kermani AJN.,Bakhshandeh M., Foroodnia S.,Mahmoudabadi Z., Amirzadeh R.,Safizadeh H.2017. Prevalence and Risk Factors of Low Birth Weight in the Southeast of Iran. International Journal of Preventive Medicine, 8:12

Nelson, Et al. 1996. Ilmu Kesehatan Anak Nelson Vol 1. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC

Nicef. 2009. Low Birth weight Incidence by Country (2004-2007). Childinfo Statistic by area. www.childinfo.org

Norwitz, E. Et al. 2006. At a Glance Obstetri dan Ginekologi. Jakarta: Penerbit Erlangga

Noor, Nur Nasry. 2008. Epidemiologi. Jakarta :Rineka Cipta

Notoatmodjo, S. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta: 70,185-8

Pramono Mochammad Setyo, Gurendro Putro.2009. Risiko Terjadinya Berat Bayi Lahir Rendah Menurut Determinan Sosial, Ekonomi Dan Demografi Di Indonesia http://ejournal.litbang.kemkes.go.id/index.php hsr/article/view/1920

Pramono MS, U Muzakkiroh.2011. Pola Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah Dan Faktor Yang Memengaruhinya Di Indonesia Tahun 2010.

http://ejournal.litbang.kemkes.go.id/index.php/hsr/article/view/2325

Prasetyawati, Arista Eka. 2012. Kesehatan ibu dan anak dalam millenium development GOALS (MDGs).Yogyakarta:Nuha Medika

Prawirohardjo, S. 2005. Ilmu Kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono

Prawirohardjo. 2014 .Ilmu Kandungan.Jakarta.Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

Pusat data dan informasi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.2014. MotersDay.Infodatin.www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-ibu.pdf

Radar Cirebon.http://www.radarcirebon.com/awastren-anak-muda-kok-pacarannya-gitugitu-aja.html

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). 2007.Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Nasional 2007. Jakarta:

Badan Litbangkes, Depkes RI.

Rosha BC, DS Kumala Putri.2013. Determinan Status Gizi Buruk Dengan Riwayat BBLR.

http://ejournal.litbang.kemkes.go.id/index.php/jek/article/view/3866

Rukiyah, Ai yeyeh.2012. Asuhan Neonatus Bayi dan anak balita. Jakarta: Trans Info Media

Saimin, J. 2008. Hubungan Antara Berat Badan Lahir Rendah Dengan Status Gizi Berdasarkan Ukuran Lingkar Lengan Atas.

http://anemia.com/2008/09/hubunganantara-berat-badan-lahir-rendahdengan-status-gizi-berasarkan-ukuranlingkar-lengan-atas.

Sartika, D. 2012. BBLR Dengan Dismatur.http://dewisartika172.blogspot.com/2012/12/ktibblr-dengan-dismatur.html

Sastrawinata, S. 2004. Obstetri Patologi.Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC.

Sastroasmoro, S. 2010. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis. Jakarta: CV. Sagung Seto

Simbolon, 2012. Berat lahir dan kelangsungan hidup neonatal di indonesia Kesmas, Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 7, No. 1 http://journal.fkm.ui.ac.id/kesmas/article/view/70/71

Sistriani, C. 2008. Faktor Maternal dan Kualitas Pelayanan Antenatal yang Beresiko terhadap Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Studi pada Ibu yang Periksa Hamil Ke Tenaga Kesehatan dan Melahirkan di RSUD Banyumas.

Tesis FKM. Universitas Diponegoro.

Surayin. 2001. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Bandung: Yrama Widya

Vera. 2009. Hubungan Umur Kehamilan dan Paritas dengan Kejadian BBLR.

www.bascommetro-blogspotcom.blogspot.com/2011/10/hubunganantara-umur-kehamilan-dan.html?m=1

World Health Organization. 2010. World HealthStatistic indicator. Geneva,Switzerland:http://www.who.int/whosis/indicators/WHS10_Indicators_Compendium_20100513.pdf.

Published
2019-02-17
How to Cite
Dewina, M., Putri, N., & Sugiarto, H. (2019). KARAKTERISTIK IBU YANG MELAHIRKAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI PUSKESMAS WILAYAH PANTURA KABUPATEN INDRAMAYU TAHUN 2017. JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA, 6(2), 60. Retrieved from http://ojs.stikesindramayu.ac.id/index.php/JKIH/article/view/149
Section
Articles