EFEKTIFITAS WAKTU PERUBAHAN POSISI TIDUR TERHADAP KEJADIAN DEKUBITUS PADA PASIEN STROKE DI RUMAH SAKIT X KABUPATEN INDRAMAYU

  • Wayunah . STIKes Indramayu
Keywords: dekubitus, posisi tidur, stroke

Abstract

Stroke merupakan penyakit yang menyebabkan deficit neurologis, samapai terjadi penurunan kesadaran sehingga terjadi ketidakmampuan dalam mobilisasi. Perawatan pasien stroke yang lama dapat menyebabkan terjadinya dekubitus. Tindakan keperawatan untuk mencegah terjadinya dekubitus adalah dengan perubahan posisi tidur. Waktu perubahan posisi tidur yang direkomendasikan adalah setiap 2 jam. Namun tidak semua rumah sakit memberlakukannya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas perubahan posisi tidur pada pasien stroke yang mengalami penurunan kesadaran.

Sampel dalam penelitian ini sebanyak 16 pasien stroke dimana terbagi menjadi 2 kelompok yaitu 8 pasien kelompok intervensi dan 8 pasien kelompok kontrol. Pada kelompok intervensi dilakukan perubahan posisi tidur setiap 2 jam, sedangkan pada kelompok kontrol setiap 4 jam sesuai dengan SOP rumah sakit.

Hasil menunjukkan ada perbedaan kejadian dekubitus pada kelompok pasien yang dilakukan perubahan posisi tidur setiap 2 jam dengan kelompok pasien yang dilakukan perubahan posisi tidur setiap 4 jam (p=0,021; α = 0,05), artinya perubahan posisi tidur setiap 2 jam efektif mencegah terjadinya dekubitus. Saran ditujukan untuk rumah sakit agar menerapkan SOP perubahan posisi tidur setiap 2 jam pada semua pasien yang memiliki risiko dekubitus.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Wayunah ., STIKes Indramayu

Ketua  dan dosen Prodi Profesi Ners

References

Ariawan, I. (2003). Besar dan Metode Sampel pada Penelitian Kesehatan. Depok. FKM UI.

Berman, A., Snyder, S., Kozier, B., dan Erb, G. (2009). Kozier & Erb. Buku Ajar Praktik Keperawatan Klinis. Jakarta: EGC

Black, M.J. & Hawk, H.J. (2009). Medical surgical nursing: clinical management for positive outcome, Elsevier,Singapura.

Braden, B., et al. (1987). A Conceptual Scheme for The Study of Etiology of Pressure Sores. Rehabil Nurs. Jan – Feb.

Bryant, R. (2016). Acute and Chronic Wound. Elsevier

Defloor, T., et al. (2005). The Effect of Various Combinations of Turning and Pressure Reducing Devices on The Incidence of Pressure Ulcers. Int J Nurs Stud.

Depkes RI (2007). Standar Pelayanan Unit Stroke. Jakarta: Depkes RI

Hastono, S.P. (2007). Analisis Data Kesehatan,Jakarta: FKM UI.

National Preesure Ulcer Advisory Panel (NPUAP). (1989). Presure Ulcerr: incidence, economics, risk assessment.

Consensus Development Conference Statemen

__________. (1996). Quick Reference Guide.Retrieved from www.npuap.org/guidlines on February 2,2010

Perry, A. G., dan Potter, P. A. (2005) Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Edisi 4. Jakarta : EGC

Smeltzer, S., C., Bare, B.G. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth. Jakarta : EGC

Vanderwee, K. (2007). Effectiveness of Turning with Uniqual Time Intervals on The Incidence of Pressure Ulcer Lesions. J Adv Nurs.

Yarkony, GM. (1994). Presure Ulcer: a review.Arch Phys Med Rehabi. 75(8): 908-917

Young (2004). The 30 o Tilt Position vs the 90o Lateral and Supine Position in Reducing The Incidence of Non Blancing Erythema in Hospital Inpatient Population. Journal of Tissue Viability.Vol 14 Nomor 3.

Published
2019-02-17
How to Cite
., W. (2019). EFEKTIFITAS WAKTU PERUBAHAN POSISI TIDUR TERHADAP KEJADIAN DEKUBITUS PADA PASIEN STROKE DI RUMAH SAKIT X KABUPATEN INDRAMAYU. JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA, 6(2), 51. Retrieved from http://ojs.stikesindramayu.ac.id/index.php/JKIH/article/view/147
Section
Articles