TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI RUANG ZAMRUD RSUD Dr. SLAMET GARUT

  • Sri Nopia Peni Universitas Padjadjaran
  • Dyah Setiorini Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran
  • Hesti Platini Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran
Keywords: Kecemasan, Tuberkulosis Paru

Abstract

      Dampak tuberkulosis paru diantaranya dapat menyebabkan kecemasan bagi pasien yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, khawatir dengan keadaanya, takut tidak bisa menuntaskan pengobatannya dan takut menularkan penyakitnya pada orang lain. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kecemasan pasien tuberkulosis paru di Ruang Zamrud RSUD Dr. Slamet Garut.

       Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik total sampling, yaitu dengan mengambil semua pasien tuberkulosis paru di Ruang Zamrud RSUD Dr. Slamet Garut sebanyak 31 responden. Pengumpulan data menggunakan Kuesioner HARS-A (Hamilton Rating Scale For Anxiety). Analisa data dalam penelitian ini, yaitu: univariat dan penyajian data menggunakan distribusi frekuensi.

       Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien tuberkulosis paru sebagian kecil tidak mengalami kecemasan sebanyak 5 responden (15.6%), yang mengalami kecemasan ringan sebanyak 6 responden (18.8%), hampir setengahnya mengalami kecemasan sedang sebanyak 14 responden (43.8%), dan sebagian kecil mengalami kecemasan berat sebanyak 6 responden (18.8%). Kesimpulan dari penelitian ini, yaitu: tingkat kecemasan pada pasien tuberkulosis paru di Ruang Zamrud RSUD dr.Slamet Garut adalah hampir setengahnya mengalami kecemasan sedang dengan persentase 43.8%. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi data dasar untuk peneliti selanjutnya, seperti hubungan tingkat kecemasan dengan lama pengobatan.

References

Dinas Kesehatan Garut. (2017). Profil Kesehatan Kabupaten Garut. Garut: Dinkes Garut.

Dinas Kesehatan Jawa Barat. (2016). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat 2016.Bandung: Dinkes Jabar.

Kementerian Kesehatan RI. (2016). Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia 2016. Jakarta: Kemenkes RI.

Nuraeni, R. (2015). Hubungan Pengetahuan Tentang Tuberkulosis (Tb) Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Tb Paru Di Rsud Cideres Kabupaten Majalengka Tahun 2015. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan MEDISINA AKPER YPIB Majalengka# Volume I Nomor.

Nuralita, A., & Hadjam, M. N. R. (2002). Kecemasan Pasien Rawat Inap Ditinjau dari Persepsi tentang Pelayanan

Keperawatan Di Rumah Sakit. Anima, Indonesian Psychological Journal, 17(2), 150-160.

Pachi, A., Bratis, D., Moussas, G., & Tselebis, A. (2013). Psychiatric morbidity and other factors affecting treatment adherence in pulmonary tuberculosis patients. Tuberculosis research and treatment, 2013.

Peltzer, K., Naidoo, P., Matseke, G., Louw, J., Mchunu, G., & Tutshana, B. (2012). Prevalence of psychological distress and associated factors in tuberculosis patients in public primary care clinics in South Africa. BMC psychiatry, 12(1),89.

Rekam Medik RSUD dr. Slamet Garut. 2018 Rochman, Kholil Lur. 2010. Kesehatan Mental. Purwokerto: Fajar Media Press.

Somantri, Irman. 2008. Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Gangguan Sistem Pernapasan. Jakarta: Salemba Medika.

Suryani, S., Widianti, E., Hernawati, T., & Sriati, A. (2016). Psikoedukasi Menurunkan Tingkat Depresi, Stres dan

Kecemasan pada Pasien Tuberkulosis Paru. Jurnal Ners, 11(1), 128-133.

Terok, M., Tololiu, T., & Podung, J. (2013). Profil Tingkat Kecemasan Pasien Tuberkulosi Paru Di Irina C Blu Rumah

Sakit Prof. dr. rd kandou Manado. JUIPERDO-Jurnal Ilmiah Perawat Manado, 2(1), 30-37.

Videbeck, Sheila L. 2008. Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Jakarta: EGC

World Health Organization. 2015. Global TB Report 2015.

Published
2019-02-17
How to Cite
Peni, S., Setiorini, D., & Platini, H. (2019). TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI RUANG ZAMRUD RSUD Dr. SLAMET GARUT. JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA, 6(2), 32. Retrieved from http://ojs.stikesindramayu.ac.id/index.php/JKIH/article/view/143
Section
Articles